Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Tegaskan Sertifikat Layak Kawin Tidak Wajib - Imparsial | Independen, Berimbang, Terpercaya

BERITA TERBARU

Post Top Ad

Selasa, 15 Januari 2019

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Tegaskan Sertifikat Layak Kawin Tidak Wajib

Calon pengantin diimbau memeriksakan kesehatan untuk mendapatkan sertifikat layak kawin
Polemik surat layak kawin yang tertuang Peraturan Gubernur Nomor 185 Tahun 2017 tentang Konseling dan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Calon Pengantin dianggap memberatkan pasangan yang akan menikah. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menegaskan bahwa sertifikat layak kawin untuk calon pengantin yang menikah di Jakarta bersifat sukarela alias tidak wajib. Widyastuti menyampaikan, Peraturan Gubernur Nomor 185 Tahun 2017 itu tidak mewajibkan pasangan untuk terlebih dahulu memiliki sertifikat layak kawin. Meski begitu, Widyastuti mengimbau calon pengantin untuk memeriksa kesehatannya sebelum menikah di puskesmas-puskesmas.

"Dipersuasi, diedukasi, itu kan semacam medical check up bagi mempelainya," kata dia. Widyastuti menuturkan, status kesehatan calon pengantin akan diketahui melalui pemeriksaan itu. Bila ditemukan penyakit, pihak puskesmas akan memberikan terapi atau pengobatan. 

"Kalau kami tahu status kesehatan kan jadi lebih cepat diintervensi. Misalkan ternyata mempelai perempuan anemia, kurang darah, diberikan konseling untuk dikoreksi," ucap Widyastuti. Sementara pemeriksaan kesehatan dipastikan gratis alias tidak dipungut biaya apapun. Calon pengantin hanya perlu memboyong KTP asal DKI mereka.

Ketua Dewan Dakwah MUI, M Cholil Nafis
Sebelumnya, peraturan ini sempat dikritik oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Setiap orang menikah itu punya anak dan syarat sahnya menikah itu juga tak harus mampu untuk melahirkan. Syarat sahnya nikah, laki-perempuan mampu menjalankan hubungan sebagai suami-istri," kata Ketua Dewan Dakwah MUI, Muhammad Cholil Nafis.

Cholil menyarankan agar kebijakan tersebut dilihat kembali efektivitasnya ke masyarakat. Sebab, apabila tidak mengikat masyarakat, peraturan yang dikeluarkan Anies hanya sia-sia.

"Oleh karena itu, dalam perkawinan tidak lepas dari hukum Islam, Islam tak pernah melarang orang menikah karena punya penyakit selama ia mampu menjalankan kehidupan berkeluarga dalam suami-istri. Yang kedua, tidak setiap menikah itu wajib punya anak, sehingga tak menjadi alasan tidak boleh menikah karena takut punya anak yang lemah," lanjut Cholil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here